PANDEGLANG - Ratusan massa menamakan koalisi mahasiswa dan pemuda Pandeglang (Kompak), menggelar aksi unjuk rasa di Istana Presiden, di Jakarta, Kamis (29/7).
Massa tersebut menyampaikan aspirasi tentang perkara suap tersangka orang nomor satu di Pandeglang, Erwan Kurtubi, agar segera dimeja hijaukan.
Rombongan pengunjungrasa dikomandoi Gobang Pamungkas dan Dedi, berangkat dari Pandeglang Banten, Kamis pagi (29/7) pukul 05.00 WIB, dan tiba pukul 09.00 WIB, di bundaran sekitar Hotel Indonesia (HI).
Setelah berkumpul, satu jam kemudian mereka merangsek ke gedung Istana Negara Jakarta.
Selain berorasi, sebagian dari pengunjukrasa, atau sekitar 50 orang merencanakan aksi mogok makan. Mereka memasang tenda di luar gedung Istana.
“Kami tidak akan pulang sebelum para pejabat negara mendengar dan mengakomodasi aspirasi ini. Karena kasus suap ini, sudah menjadi sorotan publik di Pandeglang Banten. Bahkan kasus tersebut, sempat menjadi pusat perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi,” katanya.
Massa yang berorasi, sambil membawa spanduk bergambar karikatur Erwan sedang mengangkat besi.
Karikatur itu melambangkan, bahwa Erwan yang sudah ditetapkan tersangka kasus suap, masih juga optimis untuk menjadi bupati Pandeglang pada pemilihan kepala daerah tahun ini.
Senada disampaikan Dedi, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan, kedatangannya ke Istana tidak lain menggelar aksi penegakan supremasi hukum.
Penegakan hukum tersebut tidak lain mendesak kepada Presiden , dan pejabat negara agar mendengar aspirasi rakyat atas desakan perkara suap Erwan segera disidangkan.
“Kami berharap pejabat negara agar mendorong aparat penegak hukum di Banten, Kejaksaan Tinggi Banten untuk menyidangkan kasus suap Erwan,”katanya. (yus) |